Monday, March 3, 2008

Album Foto Tua : Potret Keluarga era 1940-1950

Sebuah album foto tua yang rusak. Hemm, apa istimewanya? Album foto yang terbuat dari kertas hitam yang sudah robek dan copot setiap lembar kertasnya. Album foto itu dijual oleh seorang pedagang barang loak di sebuah pasar di kota Bandung. Lalu saya minta ijin ke pedagangnya untuk membuka dan melihat isi album.

Gila! di dalamnya terdapat puluhan foto hitam putih yang dicetak di atas kertas foto ukuran paling besar 4 R dan paling kecil ukuran pasfoto. Masih dengan model frame kertas yang berukir, jenis frame yang rada-rada langka sekarang ini.
Album foto milik keluarga yang pernah/lama tinggal di tanah priangan antara tahun 1940-1955. Kondisi foto 80% masih utuh. Hanya terdapat bercak/flek di permukaan foto. Sisanya kondisi foto sudah lecek, sobek dam terkena noda.Saya menduga album foto ini tidak mungkin dibuang secara sengaja oleh pemiliknya. Mungkin album foto ini hilang oleh karena suatu hal. Karena kondisi album foto yang nyaris hancur, mungkin disebabkan oleh suatu bencana.
Setelah tawar-menawar dengan pedagang barang loak, akhirnya saya beli album foto itu.


Kondisi foto yang secara umum masih baik memudahkan saya untuk me-repro kembali foto-foto itu. Saya mengira, album foto ini milik sebuah keluarga besar dengan kehidupan yang beragam pada jamannya. Tidak ada keterangan tentang nama kaluarga atau nama orang yang ada di dalam foto-foto itu. Hanya penulisan nama acara, lokasi dan tahun dimana foto-foto itu dibuat. Ada keterangan Keluarga RSU Tasikmalaya, lalu ada keterangan di belakang foto Sbg, 11/4/1953,(mungkin Subang?) dengan gambar foto di studio dua wanita dewasa, dua balita dan seorang bocah usia SD. Foto itu dibuat di sebuah studio dengan latarbelakang gambar pemandangan.

Beberapa foto juga menjelaskan kegiatan sejumlah pria dewasa di dalam foto itu saat ikut berjuang menyandang senjata dalam revolusi fisik. Ada foto-foto tentang tentara, stasiun, tangsi-tangsi, medan perang, gerilya, atau foto-foto saat-saat mereka sekolah/kuliah di sebuah lembaga pendidikan di kota Bandung.

Ada juga foto-foto "bergaya" lengkap dengan dandanan ala pejuang 45. Ada yang berseragam TNI, ada pula yang memakai baju sipil. Beberapa pria dewasa terlihat bergaya beramai-ramai di dalam studio. Yang wanita pun tak mau kalah. Dengan dandanan yang sangat populer di masa itu, mereka pun bergaya layaknya fotomodel.

Selain foto serius, ada pula foto yang terkesan santai dan rileks. Misalnya ada yang bergaya kostum khas Sunda, ada pula foto saat mereka berwisata di sejumlah tempat di Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti Dago (tahun 1954), Bengawan Solo, Tegallega(Juni 1952), Maribaya, Purwakarta dsb. Keterangan foto ditulis dengan ejaan lama di atas kertas album dengan tulisan tangan yang rapi seperti menulis halus.

Ada pula foto-foto "mejeng" dengan latar belakang tempat yang sampai sekarang masih dikenal seperti Dago, candi, Hotel Garuda, dsb. Ada pula foto seorang nenek dengan memakai kebaya dengan latarbelakang sebuah rumah jengki yang besar.

Saya menyimpulkan orang-orang yang ada di album foto itu adalah sebuah keluarga besar dengan kiprah saat itu yang beragam. Ada yang menjadi tentara, pelajar, mahasiswa, atau pekerja sebuah instansi. Tentu mereka adalah keluarga yang berkecukupan. Karena terlihat dari sejumlah lokasi yang mereka kunjungi. Selain itu kualitas foto pada album foto itu tergolong bagus, tentunya dihasilkan oleh sebuah kamera yang bagus pula pada masa itu.

Daniel Supriyono


Keterangan : Koleksi Pribadi
(Foto-foto yang ditampilkan di blog ini telah mengalami re-touch dan tidak semua foto dimuat karena tempatnya tidak memungkinkan)